+62 888 1 6262 52 info@revelationasia.com
Memasuki era digitalisasi, semua bisnis harus bertransformasi digital. Digital marketing merupakan bagian tak terpisahkan dari transformasi digital secara keseluruhan. Pada awalnya, akan banyak perusahaan yang mengakui anggaran digital marketing sebagai biaya digital marketing. Sebetulnya, tidak semua aktivitas digital marketing merupakan biaya.

Biaya Digital Marketing v.s Digital Aset

Kerancuan akan datang ketika anda melakukan digital marketing secara in-house. Seluruh anggaran digital marketing akan dicatat sebagai biaya pada laporan keuangan. Dengan demikian, kita akan kesulitan untuk mengakui Digital Aset.

Digital aset merupakan pos penting pada setiap perusahaan di era digital sekarang ini. Dengan mengetahui digital aset, kita dapat mengukur sudah sejauh mana kita melakukan digital marketing. Semakin besar digital aset, seharusnya semakin besar pendapatan perusahaan.

Ketika kita mengakui digital marketing sebagai biaya, bisa saja kita salah ambil keputusan. Ketika penjualan bertambah, lantas kita kurangi anggaran digital marketing. Atau, ketika penjualan berkurang, kita tambah anggaran digital marketing. Kesalahan pengambilan keputusan dapat berakibat buruk bagi bisnis Anda.

Digital Aset akan memberikan informasi mengenai nilai website, akun sosial media, dan seluruh media yang tidak habis dalam waktu 1 tahun. Sedangkan iklan berbayar seperti adwords, FB ads, LinkedIn ads, tetap dapat diakui sebagai biaya, karena iklan akan habis setelah seluruh anggaran untuk iklan telah digunakan.

Menghitung Anggaran untuk Digital Marketing

Untuk dapat menghitung anggaran digital marketing, perlu kita ketahui 4 jenis aktivitas utama yang ada pada digital marketing, antara lain:

  1. Search Engine Marketing
  2. Social Media Marketing
  3. E-Mail Marketing, dan
  4. Iklan Berbayar.

Sebelum itu, diatas semuanya, harus ada 1 orang Digital Strategist untuk merumuskan rencana, strategi dan taktik terbaik. Biaya gaji per bulan minimal Rp. 25.000.000,-. Digital Strategist juga akan menganalisa, mengolah dan menyesuaikan strategi dari waktu ke waktu.

Anggaran untuk Search Engine Marketing

Website merupakan fondasi dari digital marketing. Pengunjung website merupakan orang-orang yang tertarik terhadap informasi atau produk untuk dapat kemudian di arahkan dengan strategi inbound sampai terjadinya penjualan atau konversi. Untuk dapat melakukan hal tersebut, anda akan memerlukan beberapa keahlian dengan teknik yang diperlukan seperti:

  • Web Master Rp. 25.000.000,- per bulan
  • SEO dan Content Management Rp. 15.000.000,- per bulan
  • Content Staff sebanyak 2 orang @ Rp. 5.000.000,- per bulan, total Rp. 10.000.000,- per bulan.

Sehingga total per bulan untuk search engine marketing (diluar biaya iklan) sekitar Rp. 50.000.000,- per bulan. Syarat di atas adalah syarat minimal, bahkan perusahaan startup digital marketplace ada yang menempatkan Traffic Management, Customer Experience, dan sebagainya.

Anggaran Social Media Marketing

Social media sangat tepat untuk penyebaran konten dalam rangka Awareness. Dari sosial media, kita dapat arahkan pemirsa untuk ke website kita ataupun untuk membeli langsung. Untuk dapat melakukan hal ini, Anda akan membutuhkan keahlian:

  • Social Media Manager Rp. 15.000.000,- per bulan
  • Social Media Staff 2 orang. @ Rp. 5.000.000,- per bulan, total Rp. 10.000.000,- per bulan.
  • Designer Grafis Rp. 10.000.000 per bulan
  • Peralatan untuk pro-active monitoring sosmed dan post scheduling Rp. 10.000.000,- per bulan

Sehingga total gaji karyawan sosial media yang dibutuhkan (minimal) Rp. 55.000.000,- per bulan.

Seorang profesional social media marketing harus memahami karakterisik saluran digital marketing untuk dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

Anggaran Untuk E-Mail Marketing

Sebuah bisnis mungkin perlu untuk menjaga hubungan dengan para distributor dan agen. Daftar e-mail perlu di kelompokkan dan perlu di nilai per masing-masing akun tersebut. Terkadang, data akun e-mail sangat acak dan mungkin berisi akun dari para end user.

Untuk dapat mengirim e-mail sesuai kelompok, minimal perusahaan akan membutuhkan alat seperti mailchimp dan untuk yang lebih canggih lagi dapat menggunakan salesforce CRM. Dengan salesforce, anda dapat berkolaborasi dan mengetahui sejauh mana efektivitas pemasaran via e-mail. Sedangkan menggunakan mailchimp, konversi dapat dilihat, akan tetapi anda tidak dapat melakukan tagging nilai penjualan per akun.

Biasanya hal ini hanya memerlukan 1 sampai 2 orang staff saja, namun mereka harus di dukung oleh tim content dan designer grafis. Biaya tetap untuk e-mail marketing berkisar Rp. 10.000.000,- per bulan. Kecuali jika anda menggunakan salesforce CRM, anda akan perlu orang yang dapat menggunakan alat tersebut.

Anggaran Untuk Iklan Berbayar

Iklan berbayar merupakan biaya variabel, tidak seperti ketiga point di atas yang sebagian dapat berupa biaya tetap jika dilakukan secara in-house. Ini akan bergantung pada tujuan pemasaran digital anda. Misal untuk perusahaan B2B, biaya per leads dapat berbeda di setiap industri dan saluran.

average cost per lead

Tidak ada patokan tetap berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk anggaran iklan. Untuk menentukan anggaran biaya iklan, kita harus menganalisa melalui google analytics dan ini akan bergantung pada tujuan kita beriklan.

Misal, kita ingin ada 10 prospek yang masuk setiap bulannya. Dan kita telah mengetahui bahwa dari biaya digital marketing sebelumnya bahwa dengan Rp. 1 juta terdapat 1 prospek. Maka, biaya yang dapat dialokasikan untuk 10 prospek adalah Rp. 10 juta.

Dengan demikian, kita dapat menyusun sebuah tabel untuk anggaran biaya digital marketing perusahaan seperti tabel berikut ini:

tabel anggaran biaya digital marketing perusahaan

Anggaran Pemasaran di Era Digital

Kita dapat ambil pendekatan lain untuk masalah anggaran biaya digital marketing. Menurut sebuah survey terhadap ribuan perusahaan di dunia yang telah “matang digital”, mereka mengeluarkan biaya digital marketing sebanyak 50% dari total biaya marketing.

Sedangkan untuk anggaran marketing setiap tahunnya, mereka menemukan sebagai berikut:

  • Perusahaan kecil mengalokasikan 10 sampai 12% dari total omset.
  • Perusahaan menengah mengalokasikan 8 sampai 10% dari total omset.
  • Perusahaan besar mengalokasikan 6 sampai 7% dari total omset.

Akan tetapi, tentunya hal tersebut dapat berlaku sebagai wawasan saja. Sedangkan anggaran biaya marketing tetap harus disesuaikan dengan berapa laba kotor perusahaan, bukan hanya berdasar omset.

Misal, perusahaan anda beromset Rp. 100 milyar per tahun. Laba kotor hanya 10% dari omset atau Rp. 10 milyar. Tentunya untuk alokasikan biaya marketing sebanyak 10% dari total omset adalah suatu yang tidak mungkin. Dengan demikian, kita dapat menggunakan pendekatan sebagai berikut:

  • Jika laba kotor hanya 10% dari omset, maka biaya marketing dapat di alokasikan maksimal 3% dari omset.
  • Jika laba kotor di atas 30% dari omset, maka biaya marketing dapat di alokasikan maksimal 9% dari omset.

Sekali lagi, tentunya pendekatan tersebut dapat berlaku sebagai wawasan saja, sebab selain biaya marketing anda akan memiliki biaya lainnya untuk operasional.

Setelah anda dapat menetapkan biaya marketing yang layak, maka anda dapat alokasikan 50% untuk biaya digital marketing

Merubah Biaya Digital Marketing Menjadi Aset Digital

Aset digital adalah file yang terus ada seiring kemajuan teknologi terlepas dari perangkat tempat aset digital itu disimpan atau dibuat.

Aset digital dapat berupa teks atau media apa pun yang diformat menjadi sumber biner dan termasuk hak untuk menggunakannya; file digital yang tidak menyertakan hak ini tidak dianggap sebagai aset digital. Aset digital dikategorikan ke dalam gambar dan multimedia, yang disebut aset media, dan konten tekstual.

Kenali aset digital anda!

aset digital sangat penting untuk mengetahui secara singkat sampai dimana aktivitas digital marketing anda. Biaya pembuatan website, gaji karyawan untuk manajemen website, konten website dan konten sosial media merupakan aset digital anda.

Membedakan dan mendefinisikan berbagai jenis aset digital dapat membantu dalam manajemen aset digital. Karena siaran konvensional, aset cetak dan grafis secara berangsur-angsur berubah menjadi bentuk digital canggih, aset digital menjadi semakin penting, yang mengarah ke pertumbuhan dalam industri manajemen aset digital. 

Aset Digital
Dengan bermitra bersama konsultan digital marketing seperti kami, akan lebih memudahkan anda untuk merubah biaya digital marketing menjadi aset digital. Aset digital tersebut kemudian dapat di susutkan dari waktu ke waktu.

Iklan berbayar tidak dapat menjadi aset digital, karena masa pakai habis ketika iklan sudah tayang. Sedangkan website dan kontennya, grafis, dan video marketing, tetap ada dan dapat terus dipergunakan. Disinilah letak perbedaan biaya digital marketing dengan investasi digital marketing.

Keberhasilan pemasaran digital juga akan bergantung pada kebijakan anggaran pemasaran. Miliki dasar perhitungan anggaran biaya digital marketing yang layak untuk mencapai tujuan anda. Selamat mencoba 🙂

Pin It on Pinterest

Share This